Hasil kompetisi, classement, dan top scorer Liga Italia atau Serie A musim 2021/2022. AC Milan menang, sementara itu Juventus sekedar bermain seri.
Milan sukses membekap AS Roma dengan score 3-1 di San Siro. 3 gol kemenangan Milan semasing diciptakan oleh Olivier Giroud, Junior Messias, dan Rafael Leao.
Karena hasil ini, Rossoneri sekarang mengumpulkan point 46 dan cuma ketinggal satu angka dari puncak classement, Inter Milan yang tidak berhasil main menantang Bologna.
AC Milan menang atas AS Roma 3-1
AC Milan sukses membekap AS Roma dengan score 3-1 dalam partai Serie A 2021/22 giornata 20 yang diadakan di San Siro, Jumat (7/1/2022) pagi hari WIB.
3 gol kemenangan Milan semasing diciptakan oleh Olivier Giroud, Junior Messias, dan Rafael Leao. Dalam pada itu, Roma sempat mengecilkan ketinggal karena gol Tammy Abraham.
Karena hasil ini, Milan sekarang mengumpulkan point 46 dan cuma ketinggal satu angka dari puncak classement, Inter yang tidak berhasil main menantang Bologna. Dalam pada itu, Roma tempati rangking ke-7 dengan point 32.
Fase Pertama
Kompetisi udah terjadi sengit sejak mulai awalan fase pertama. Anyar enam menit pertandingan jalan, wasit Daniele Chiffi memantau monitor VAR di tepi lapangan berakhir bola perihal Tammy Abraham di kotak penalti.
Hasilnya, Chiffi memberi hadiah penalti ke Milan walau memperoleh protes keras dari beberapa pemain Roma. Giroud sebagai algojo juga sukses mengecoh Rui Patricio. Milan pimpin 1-0.
Milan sukses menduplikasi keunggulan melalui gol Messias saat menit ke-17. Bermula dari kekeliruan umpan backpass pemain Roma, bola juga tiba di kaki Giroud.
Giroud lepaskan tembakan yang sayang masih mengenai tiang gawang. Bola rebound sukses disontek Messias dengan shooting meliuk yang menghasilkan gol.
Roma mengupayakan keras kejar ketinggal. Hasilnya, Abraham sukses mengecilkan ketinggal karena golnya saat menit ke-40. Penyerang asal Inggris itu sukses berbelokkan shooting Lorenzo Pellegrini.
Mendekati turun minum, sempat terjadi kerusuhan antarpemain dari ke-2 team, yang lalu pula merambat ke kursi cadangan. Chiffi juga keluarkan kartu merah untuk salah seorang staff Milan.
Fase Ke-2
Balik dari kamar tukar, Milan terus usaha mendobrak pertahanan Roma. Sayang, dua kesempatan emas melalui perbuatan Rade Krunic dan Brahim Diaz masih tidak berhasil berbuah hasil.
Masuk menit ke-74, Roma harus meneruskan pertandingan dengan 10 pemain berakhir Rick Karsdorp diganjar kartu kuning ke-2 alias kartu merah gara-gara pelanggaran yang dia kerjakan kepada Theo Hernandez.
Selang berapa saat, Alessandro Florenzi nyaris saja cetak gol ke gawang bekas timnya. Sayang, shooting yang dia bebaskan masih dimentahkan garis gawang.
Unggul jumlah pemain membuat Milan makin menguasai. Leao juga sukses cetak gol saat menit ke-82 untuk membesarkan keunggulan Rossoneri.
Pada kala injury time, Roma kembali lagi harus kehilangan pemain selesai Gianluca Mancini memperoleh kartu merah gara-gara menyalahi Leao di kotak penalti. Sayang, eksekusi Zlatan Ibrahimovic dapat dipatahkan Patricio. Score 3-1 untuk kemenangan Milan juga bertahan sampai pertandingan berakhir.
Skema Pemain AC Milan vs AS Roma
Milan: Mike Maignan; Alessandro Florenzi (Andrea Conti 78'), Matteo Gabbia, Pierre Kalulu, Theo Hernandez; Rade Krunic (Tiemoue Bakayoko 64'), Sandro Tonali; Junior Messias, Brahim Diaz (Daniel Maldini 88'), Alexis Saelemaekers (Rafael Leao 64'); Olivier Giroud (Zlatan Ibrahimovic 77').
Roma: Rui Patricio; Gianluca Maldini, Chris Smalling, Roger Ibanez; Jordan Veretout (Felix Afena-Gyan 71'); Rick Karsdorp, Lorenzo Pellegrini (Stephan El Shaarawy 71'), Henrikh Mkhitaryan, Matias Vina (Bryan Cristante 71'); Nicolo Zaniolo (Carles Perez 85'), Tammy Abraham (Eldor Shomurodov 76').
Mourinho Tidak Senang Dengan Fans Rasis
Penyerang AC Milan Zlatan Ibrahimovic mendapatkan sindiran rasis dari penggemar AS Roma. Hal semacam itu bikin pelatih Giallorossi Jose Mourinho hingga mesti turun tangan.
Milan terima lawatan Roma di San Siro di minggu ke-20 Serie A 2021/22, Jumat (7/1/2021) pagi buta WIB. Laga itu dimenangi Rossoneri dengan score 3-1.
3 gol kemenangan Milan diciptakan oleh Olivier Giroud, Junior Messias serta Rafael Leao. Sementara Giallorossi mendapati gol selingan lewat perbuatan Tammy Abraham.
Sindiran Rasis untuk Ibrahimovic
Zlatan Ibrahmovic tak jadi starter dalam laga menantang Roma. Bomber asal Swedia itu anyar masuk saat menit ke-77 dengan gantikan Olivier Giroud.
Tetapi, Ibrahimovic langsung mendapati sindiran rasis dari penggemar Roma. Eks pemain Inter Milan serta Juventus itu diteriaki jadi Gipsi.
Dikutip Football Italia, aksi tak terpuji itu rupanya bikin panas kuping Mourinho. Dia lantas minta partisan Giallorossi untuk menghentikannya serta mereka selanjutnya mengerjakannya.
Perform Roma
Terkait kompetisinya sendiri, Mourinho tak senang mempunyai performa Roma dalam laga menantang Milan. Menurut dia, klubnya main dengan jelek.
"Kami masihlah dalam permainan, bahkan juga saat ketinggal 2-0, akan tetapi saat Rick Karsdorp dikeluarkan, itu usai," tutur Mourinho terhadap DAZN.
"Lantaran itu, kemampuannya ada di dalam tingkat yang paling rendah. Apabila Anda memandang 2 gol pembuka, kami memberi bola dengan amat ringan. Kwalitasnya sungguh-sungguh kurang ini hari. Saya tak mencintai wasit atau club saya ini hari."
Kritikan VAR
Rick Karsdorp serta Gianluca Mancini mendapatkan kartu merah dalam laga ini. Mourinho berasa klubnya ditangani tak adil oleh ketetapan yang diambil wasit Daniele Chiffi.
Kwalitasnya pun kurang untuk wasit serta VAR. Saya memandang Tammy gerakkan lengannya, namun itu bukan pergerakan suka-rela untuk menyudahi bola. Apabila Anda memberi ini jadi penalti, karena itu beri pun penalti untuk pelanggaran pada Zaniolo serta Ibanez. Beri ke-3 nya atau tak boleh beri satu lantas," ujar Mourinho.
"Kami pengin keseragaman dalam ketetapan, berikut kenapa saya pikirkan tingkat kwalitasnya rendah serta kami tidak juga mujur dengan wasit. Wasit tak miliki kepribadian ini hari. VAR pengin berperan, kami kecil, apabila VAR melepaskan permainan jalan," katanya.
5 FAKTA PENTING AC MILAN VS AS ROMA
AC Milan sukses membekap AS Roma dengan score 3-1 dalam partai Serie A 2021/22 giornata 20 yang diadakan di San Siro, Jumat (7/1/2022) pagi hari WIB.
3 gol kemenangan Milan masing-masing diciptakan oleh Olivier Giroud, Junior Messias, dan Rafael Leao. Saat itu, Roma sempat mengecilkan ketinggal lantaran gol Tammy Abraham.
Milan juga sukses mulai tahun 2022 ini dengan perolehan point penuh. Di lain bidang, ini adalah kekalahan pertama Roma dalam lima pertandingan paling akhir di seluruhnya laga.
Apa pelajaran yang dapat diambil dari pertandingan ini? Berikut review secara lengkap.
Wasit Jadi Sorotan
Wasit Daniele Chiffi jadi perhatian pada pertandingan ini dengan deretan keputusan frontal yang ia bikin. Jose Mourinho juga terus-terang sedih dengan performa Chiffi.
Anyar enam menit pertandingan jalan, wasit Daniele Chiffi tinjau monitor VAR ditepi lapangan habis bola terkait Tammy Abraham di kotak penalti. Hasilnya, Chiffi berikan hadiah penalti ke Milan meskipun memperoleh protes keras dari beberapa pemain Roma.
Team Seadanya Bawa Karunia
Kemenangan ini terasa melegakan buat Milan. Karena mereka gak dapat turunkan delapan pemainnya pilar mereka sebab pelbagai argumen.
Juga, Stefano Pioli mau tak mau memasangkan duet Pierre Kalulu dan Matteo Gabbia di jantung pertahanan. Tapi, hasilnya benar-benar menceriakan.
Jose Mourinho Dapat Apes
Jose Mourinho balik lagi dapat apes. Gol kilat Milan diawalnya laga mengganti seluruhnya strategi yang udah dipersiapkan Mourinho.
Selepas pertandingan ini, Mourinho mengaku jika
prediksi bola teamnya sesungguhnya bisa memperlihatkan perlawanan hingga pada akhirannya Rick Karsdorp memperoleh kartu merah.
Cahaya Junior Messias
Junior Messias sukses bayar keyakinan yang diberi Stefano Pioli pada pertandingan ini dengan tampil sangat bagus. Messias diyakini tampil penuh 2x45 menit.
Selainnya cetak 1 gol, Messias tertera lepaskan empat shooting dan sekali mengerjakan dribble sukses. Pemain 30 tahun itu 3 kali menangi adu udara dan sekali memperlancarkan tekel.
Perebutan Scudetto Menghangat
Lantaran hasil ini, Milan sekarang mengumpulkan point 46 dan cuman ketinggalan satu angka dari puncak classement, Inter yang tidak berhasil bermain menentang Bologna.
Perebutan ketujuan Scudetto musim ini juga ditetapkan makin panas di giornata-giornata sesudah itu. Ditambah lagi apabila Napoli dan Juventus dapat mengacaukan ke-2 team di kelas atas.
Tidak ada pemenang di laga Juventus vs Napoli skor 1:1
Juventus ditahan berimbang Napoli dalam tanding minggu ke-20 Serie A 2021/22, Jumat (7/1/2022). Laga di Allianz Fase usai dengan score 1-1.
Tim Massimiliano Allegri mulai pertandingan dengan gagasan gempuran, namun Napoli malahan cetak gol surprise melalui Dries Mertens (23'). Tim Juve sempat belingsatan berakhir kecurian.
Baru di set ke-2 Juve dapat menyamai posisi lewat tindakan Federico Chiesa (54'). Kemudian Juve mendapati momen, namun tidak ada gol tambahan.
Hasil berimbang ini memaksakan ke-2 club share point. Sama jelek untuk ke-2 nya yang penting menguber saingan di klassemen sesaat.
Set pertama
Juventus mulai laga dengan optimis. 10 menit pertama jadi punya club tuan-rumah. Napoli disekap, belum serius bawa bola.
Meskipun sempat ketekan, Napoli perlahan mulai berikan perlawanan. Sampai menit ke-20, sejumlah kesempatan Napoli malahan terlihat lebih memberikan ancaman.
Menit ke-23, Napoli selanjutnya buka kelebihan. Insigne berkirim umpan buat Politano yang lalu melayani Mertens. Tendangan Mertens mencatatr ke pojok kiri bawah. Gol! Juventus 0-1 Napoli.
Gol Napoli malahan berikan surprise untuk Juventus. Mereka menguasai, namun harus kecurian lebih dulu. Juve coba menambah tempo.
Masuk 10 menit akhir, Juve selalu coba menyekap Napoli. Ospina dipaksakan bikin evakuasi tepat. Di sisi lainnya, Napoli lalu membalasnya melalui perlawanan balik cepat.
Tidak ada gol tambahan di tersisa set pertama. 45 menit pertama usai dengan score 1-0, banyak pemain ke arah tempat tukar.
Set ke-2
Berasa pantas unggul di set pertama, Juve langsung menggedor demikian pertandingan mulai kembali. Morata mendapati kesempatan masak saat menit ke-49, namun bidikannya membelok.
Menit ke-54, gol yang dinanti-nantikan Juve selanjutnya datang. Chiesa memberikan tindakan solo, menipu barisan bek Napoli dan berkirim shooting ke pojok kiri bawah. Gol! Juventus 1-1 Napoli.
Gol balasan Juve kembali memanasi laga. Tempo kembali bertambah. Massimiliano Allegri coba manfaatkan momen dengan mengerjakan penggantian pemain.
Juventus biarkan Napoli kuasai bola dan menanti peluang perlawanan balik. Skema ini jalan sampai menit ke-70. Pertandingan masih terkunci sebab ke-2 club amat waspada.
Masuk 10 menit akhir, Juve selalu coba menguber gol ke-2 . Tempo gempuran bertambah, namun Napoli dapat bertahan secara bagus. Tidak ada gol tambahan. Score 1-1 tutup tanding Juventus versi Napoli.
Struktur pemain Juventus vs Napoli
JUVENTUS (4-3-3): Wojciech Szczesny; Juan Cuadrado, Matthijs de Ligt, Daniele Rugani, Alex Sandro (75' Mattia De Sciglio); Weston McKennie, Adrien Rabiot (66' Rodrigo Bentancur), Manuel Locatelli; Federico Bernardeschi (66' Paulo Dybala), Alvaro Morata (75' Moise Kean), Federico Chiesa (81' Dejan Kulusevski).
NAPOLI (4-2-3-1): David Ospina; Giovanni Di Lorenzo, Juan Jesus, Amir Rrahmani, Faouzi Ghoulam; Diego Demme, Stanislav Lobotka (90' Alessandro Zanoli); Lorenzo Insigne, Matteo Politano (76' Eljif Elmas), Piotr Zielinski; Dries Mertens (89' Andrea Petagna).
5 FAKTA PENTING JUVENTUS VS NAPOLI
Juventus main seri 1-1 sewaktu melayani Napoli dalam laga minggu ke-20 Serie A 2021/22, Allianz Fase, Jumat (7/1/2022) pagi buta WIB.
Skuat Massimiliano Allegri mulai pertandingan dengan ide gempuran, namun Napoli malahan cetak gol surprise melalui Dries Mertens (23'). Skuat Juve sempat bingung habis kecolongan.
Baru di sesi ke-2 Juve dapat menyamai posisi lewat perbuatan Federico Chiesa (54'). Setelah itu Juve mendapati kesempatan baik, namun tak ada gol tambahan.
Hasil berimbang ini termasuk mengesalkan untuk ke-2 team. Juve serta Napoli sama harus mencapai point penuh buat beradu dengan lawan di klassemen sementara Serie A.
Gak itu saja, kompetisi ini pun tersisa sekurang-kurangnya 5 pelajaran penting. Apa sich? Scroll ke bawah yok.
1. Berimbang sesudah demikian lama
Sedikit hasil berimbang dari laga Juventus melawan Napoli. Menurut Opta, ini yakni laga berimbang pertama ke-2 team mulai sejak April 2017 saat lalu.
Lebih jauh kembali, apabila cuman mengalkulasi hasil berimbang di kandang Juventus, ke-2 team kali terakhir main seri di tahun 2011 lampau.
Berarti, kompetisi Juve melawan Napoli nyaris selalu janjikan banyak gol serta juara.
2. Napoli main maksimum
Napoli main lebih bagus dari Juventus serta layak menangkan kompetisi ini. Sayang mereka kurang mujur kecolongan di sesi ke-2 .
Terdaftar, di sesi pertama saja Napoli telah melepaskan lebih dari 10 shooting. Opta menulis record ini cukup spesial, kali terakhir team yang dapat menyerang Juve begitu yakni Lazio di tahun 2013.
Sayang Napoli tak dapat memakai permainan jelek Juventus di sesi pertama buat cetak semakin banyak gol. Mereka cuman dapat cetak 1 gol serta usai tidak berhasil menang.
3. Juventus banyak minimnya
Massimiliano Allegri terang harus bekerja sangat keras buat bawa Juve kembali beradu di kelas atas. Sekarang ini terdapat beberapa kasus dalam team Bianconeri.
Juve terang kekurangan center player oke. Melawan Napoli barusan nyaris tak berasa penekanan dari baris tengah.
Disamping itu, Juve tidak juga miliki penyerang mematikan yang dapat menyelesaikan kemungkinan atau 1/2 kemungkinan. Apabila selalu sebagai berikut, mereka akan sukar beradu di kelas atas.
4. Starting XI Napoli
Badai Covid-19 serta kasus luka memaksakan Napoli berimprovisasi. Di pertandingan ini sesungguhnya Napoli tak dapat turunkan skuat terbaik.
Di pertandingan ini, Napoli tak dapat ditemani si pelatih Luciano Spalleti yang wajib menjalankan karantini sendiri. Bangku pelatih diisi Marco Domenichini harus berimprovisasi.
Mencuplik Opta, Napoli turunkan starting XI paling tua dalam peristiwa mereka di zaman sepak bola kekinian Serie A. Sejumlah pemain tidak ada memaksakan Napoli memercayakan sejumlah pemain yang ada.
5. Juventus kurang greget
Tidak tahu apa persoalannya, Juventus kelihatan tak miliki semangat juang yang lumayan kuat buat jadi pemenang. Pasukan Allegri begitu ringan berserah sewaktu keadaan jadi sukar.
Ini kali Juventus hampir kalah, permainan mereka jelek jauh di bawah standard, utamanya di sesi pertama. Untungnya Juve masih miliki sejumlah pemain spesial yang dapat saja pemasti.
Ini kali ada Federico Chiesa yang melindungi team dengan golnya. Kali lain, barangkali ada pemain yang lain akan jadi pembanding.
Lini Depan Juventus Harus Rajin dan Sabar
Barisan depan masih jadi kasus buat Juventus. Karenanya, mereka jadi tidak sukses mendapati kemenangan saat melayani Napoli dalam pertandingan kelanjutan Serie A, Jumat (7/1/2022) di Allianz Fase.
Kompetisi berjalan cukup hebat. Napoli unggul terlebih dahulu dari Juventus saat menit ke-23, saat tendangan Dries Mertens membikin bola melalui Wojciech Szczesny serta Matthijs de Ligt sebelumnya masuk ke gawang.
Selaku tuan-rumah, Juventus pastinya tidak pengin memengkalkan beberapa ribu pecintanya yang udah menyesaki Allianz Fase. Sayang barisan terdepan Juventus tidak sukses memakai beberapa kemungkinan emas yang dicetak di sesi pertama.
Usaha Juventus membawa hasil di menit ke-54, di mana Federico Chiesa sukses cetak gol dengan shooting di luar kotak penalti. Ke-2 klub tidak sukses membikin gol tambahan maka kompetisi usai dengan score berimbang 1-1.
Kuncinya Sabar
Hasil ini memengkalkan buat Juventus. Bukan hanya karena mereka tidak sukses melipur pecintanya dengan kemenangan, tetapi karena persoalan di barisan depan masih belumlah usai sampai saat ini.
Berdasarkan catatan kompetisi, Juventus melepas 22 kali shooting yang lima salah satunya menjumpai tujuan. Pada keadaan normal, Juventus semestinya dapat cetak sekurang-kurangnya dua atau 3 gol.
Sekurang-kurangnya, Massimiliano Allegri bertindak sebagai pelatih udah tahu sesuatu yang penting dibetulkan oleh pemain. Ini tak berhubungan dengan potensi produksi bola mereka, akan tetapi psikis ketika sudah ada di dalam sepertiga lapangan.
"Banyak pemain tampil agresif, fokus, kami cuman perlu membereskan sisi di mana kami kuasai kompetisi serta dapat bersabar," tuturnya ke DAZN.
Pemain tengah Mesti Turut Aktif
Juventus kehilangan orang pembuat gol ulung pada diri Cristiano Ronaldo pada musim panas tempo hari. Andil peraup lima trophy Ballon d'Or itu sampai kini tidak bisa diisikan oleh Paulo Dybala, Alvaro Morata, ditambah lagi Moise Kean.
Buat mengambil alih keperginya Ronaldo, Allegri pengin beban cetak gol bukan hanya diterpakan ke striker saja. Dia pengin banyak pemain tengah turut terlibat dan ikut cetak gol dalam babak menggempur.
"Kami semestinya mempunyai gerakan menggempur yang makin banyak dari pemain tengah serta, di atas segalanya, ketajaman di sepertiga akhir lapangan, saat kami ambil umpan akhir yang benar," lebih Allegri.
"Kami ada di dalam rangking lima dalam classement sementara, tetapi cuman dapat cetak 28 gol, jadi kami mengerti ini ialah suatu yang perlu dibetulkan," ujarnya.